SEKOLAH HAK SEMUA ORANG
DAN
BUKAN UNTUK MENDAPAT IJAZAH SEMATA


 












                                                                            Disusun Oleh : Desi Minarni
                                                                            NIM                         : 3051311041
                                                                            Kelas                        : TI. B
                                                                            Semester                   : 2




UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUKABUMI




KATA PENGANTAR
Segala puji hanya layak untuk Allah SWT segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul ” SEKOLAH HAK SEMUA ORANG DAN BUKAN UNTUK MENDAPAT IJAZAH SEMATA”. Penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi. Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

                                                                                                      Sukabumi, 21 April 2014

                                                                                                     
                                                                                                                    Penulis



DAFTAR ISI
           
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………... i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………...………... ii
BAB I PENDAHULUAN ………………………………………………………...... 1
1.1.     Latar Belakang …………………………………………………………….…. 1
1.2.     Rumusan Masalah ………………………...…………………………………. 1
1.3.     Tujuan Penulisan ……………………………………………...……………... 1
1.4.     Prosedur pemecahan masalah ……………………………..………………..... 1
1.5.     Sistematika Penulisan ………………………………..…………………….… 2
BAB II PEMBAHASAN ……………………………………………..…...……….. 3
2.1.     Sistem Pendidikan yang Berlaku di Masa Lalu ……………………………... 3
2.2.     Sistem Pendidikan yang Berlaku Saat Ini …...………………………………. 3
2.3.     Penyebab Berubahnya Cara Berfikir Masyarakat akan Fungsi Sekolah …..... 4
BAB III KESIMPULAN …………..……………………………………………..... 5
DAFTAR PUSTAKA …………………………….………………………………... 5



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.     Latar Belakang
Sekolah atau menuntut ilmu merupakan hak bagi seluruh umat manusia baik manusia tersebut miskin, kaya, cacat, yatim, piatu, anak pemulung, anak pejabat, semuanya berhak sekolah. Sebagaimana yang kita tahu, manusia pergi ke sekolah itu untuk mencari ilmu bukan untuk mencari ijazah. Namun pernyataan tersebut kurang begitu berlaku untuk saat ini. Cara berfikir masyarakat zaman sekarang khususnya di Indonesia terutama orang-orang yang kurang mampu alasan sekolah itu agar nanti bisa dapat pekerjaan. Dalam artian mereka berharap menjadi “tukang” setelah lulus sekolah nanti. Jika ditelusuri ternyata penyebab datangnya fikiran itu adalah tuntutan dari berbagai pihak. Jangankan untuk menjadi bos, untuk daftar ke suatu perusahaan pun yang dilihat pertama kali adalah ijazah. Sehingga niatan bersekolah itu adalah “untuk mendapat ijazah”.

1.2.     Rumusan Masalah
a.       Bagaimana sistem pendidikan yang berlaku dimasa lalu ?
b.      Bagaimana sistem pendidikan yang berlaku saat ini?
c.       Apa penyebab berubahnya cara berfikir masyarakat yang dulunya sekolah itu untuk menuntut ilmu dan sekarang hanya sebagai formalitas agar mendapat ijazah?

1.3.     Tujuan Penulisan
a.       Mengetahui sistem pendidikan yang berlaku dimasa lalu.
b.      Mengetahui sistem pendidikan yang berlaku saat ini.
c.       Mengetahui penyebab berubahnya cara berfikir masyarakat yang dulunya sekolah itu untuk menuntut ilmu dan sekarang hanya sebagai formalitas agar mendapat ijazah.

1.4.     Prosedur Pemecahan Masalah
Studi yang dilakukan oleh penulis untuk memperoleh informasi adalah internet. Yaitu mengumpulkan teori-teori dengan gambar yang bersangkutan dengan judul makalah.
1.5.     Sistematika Penulisan
Adapun sistem penulisan makalah ini sebagai berikut :
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Ø  BAB I PENDAHULUAN
Dalam Bab I ini penulis menjelaskan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, prosedur pemecahan masalah, sistematika penulisan.
Ø  BAB II PEMBAHASAN
Dalam Bab II ini penulis menjelas kan tentang sistem pendidikan yang berlaku dimasa lalu, sistem pendidikan yang berlaku dimasa sekarang, penyebab berubahnya cara berfikir masyarakat terhadap pendidikan.
Ø  BAB III PENUTUP
Dalam Bab III ini penulis berusaha untuk menarik beberapa kesimpulan yang penting dari semua uraian bab-bab sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA




BAB II
PEMBAHASAN

2.1.     Sistem Pendidikan yang Berlaku di Masa Lalu
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.1
            Dari pengertian tadi, dapat kita lihat bahwa pendidikan itu hak untuk semua orang, entah itu si miskin, si kaya, atau apapun alasannya, setiap masyarakat berhak dan wajib mengenyam pendidikan dalam artian sekolah. Tidak ada pembatas atau syarat-syarat secara materi, fisik, jabatan bagi masyarakat untuk mengenyam pendidikan. Sebagaimana yang kita ketahui, zaman dulu tes masuk sekolah, kuliah, apapun itu yang bersifat tempat belajar, dilakukan dengan tes tulis (mengisi soal), dan ketentuan orang tersebut masuk tidaknya ke sekolah tersebut sesuai dengan dengan hasil yang mereka kerjakan, dan tidak ada campur tangan siapapun melainkan hasil jerih payah orang tersebut. Sehingga kegiatan sekolah pun sama rata, tidak ada kelompok miskin dan kaya. Dan menghasilkan lulusan yang berkompeten serta dapat bersaing didalam maupun luar negeri.

2.2.     Sistem Pendidikan yang Berlaku Saat Ini
Sistem pendidikan saat ini sudah mengalami perubahan. Salah satunya ketika penerimaan siswa baru. Dari penjelasan sebelumnya kita ketahui bahwa penerimaan siswa baru dilaksanakan dengan tes tulis, tapi kebanyakan saat ini yang ingin masuk sekolah itu  menggunakan uang dalam artian menyuap sekolah tersebut agar anaknya dapat masuk sekolah tersebut tanpa tes. Tidak hanya itu, saat ini mungkin kita sudah sering mendengar “siswa titipan” artinya siswa tersebut masuk sekolah dengan menggunakan kekuasaan pejabat, dan diterima dengan mudahnya disekolah tersebut. Jika dicermati lebih dalam, perilaku tersebut mengajarkan anak mendapatkan apapun yang diinginkannya dengan mudah, dalam artian tidak mengajarkan caranya bekerja keras atau berusaha untuk mendapatkan yang diinginkan. Singkat kata apa yang diinginkan langsung ada.
Hal-hal seperti itu membuat persaingan disekolah tidak berlaku sesuai dengan kemampuan melainkan uang dan jabatan. Perubahan kedisiplinan, aturan yang banyak terlanggar, anak-anak yang tidak takut akan hukuman karena dia punya orang tua pejabat, adanya kelompok-kelompok (geng), anak yang berkompeten tersingkir karena uang, syukur-syukur jika anak yang masuk secara instan tersebut mempunya kemampuan, tapi jika anak tersebut pemalas, sekolah hanya untuk gaya, pulang pergi antar jemput mobil pribadi, bisa dikatakan anak yang tersingkir dan memiliki kemampuan dari anak pemalas tadi harapan untuk masuk sekolah yang diinginkannya terhapuskan.

2.3.     Penyebab Berubahnya Cara Berfikir Masyarakat akan Fungsi Sekolah
Saat ini tidak sedikit orang yang beranggapan sekolah hanya sebagai formalitas saja. Mungkin tidak secara diungkapkan tapi bisa dilihat dari cara atau perilaku anaknya saat bersekolah. Kejadian ini sering terjadi dikalangan mahasiswa, kuliah itu hanya untuk mendapatkan ijazah S1, dan tidak peduli apakah dia mendapat ilmu atau tidak.
Alasan yang mungkin sangat berpengaruh adalah penerimaan kerja. Hampir semua perusahaan  di Indonesia khususnya mencantumkan syarat diterima itu adalah gelar atau pendidikan. Memang bagus syarat tersebut karena suatu perusahaan pasti ingin memiliki karyawan yang berpendidikan. Namun dibalik itu semua justru syarat tersebut hanya membuat cara berfikir masyarakat salah, dan banyak terjadi peristiwa beli ijazah. Berarti orang yang memiliki skill dan hanya lulusan SMA tersingkir oleh lulusan S1 yang mungkin skillnya pun tidak melebihi lulusan SMA. Dan efek dari itu semua adalah terjadinya kondisi si miskin makin miskin dan si kaya makin kaya, karena semuanya diatur kembali oleh uang. Entah itu pendidikan ataupun pekerjaan.







BAB III
KESIMPULAN
Peraturan yang berjalan saat ini dalam hal pendidikan sangat memprihatinkan karena tidak sedikit terpengaruh oleh politik dan uang. Masyarakat kurang mampu sulit untuk mendapatkan pendidikan padahal kemampuannya sangat bagus, ddan harus tersingkir langsung oleh uang. Akibatnya masyarakat di Indonesia yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya, karena aturannya tergantung oleh uang. Dan tidak sedikit mencetak lulusan yang kurang berkompeten. Sebenarnya banyak orang Indonesia yang sangat luar biasa, namun sayangnya kurang dihargai dan justru mereka pindah ke luar negeri, sedangkan di Indonesia sendiri kebanyakan perusahaan dimiliki oleh orang luar negeri, dan masyarakatnya menjadi pekerja (pemabantu di negeri sendiri).


DAFTAR ISI

1.      http://raflengerungan.wordpress.com/korupsi-dan-pendidikan/pengertian-pendidikan/

Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar